Showing posts with label Rak buku. Show all posts
Showing posts with label Rak buku. Show all posts

Tuesday, May 7, 2024

[Buku] Sebelum Lelap

Baca Buku ini Kalau Kamu Sering Overthinking

 

Judul: Sebelum Lelap

Penulis: Febriawan Jauhari dan Nidaussalwa Assa’adah

Penyunting: Nida

Tata Letak: Jauh

Cover Luar: Jauh

Cover Dalam: Gib’s Illustration

Penerbit: bukujauh

Cetakan/TahunTerbit: 2/Mei 2023

Halaman: 190 halaman

 

Cover depan Buku Sebelum Lelap

Blurb:

Kapan pikiran kita menjadi begitu liar? Sesaat sebelum lelap. Ia berkelana ke banyak tempat; ke masa lalu, ke masa depan, ke mimpi-mimpi yang tak kunjung tercapai, ke harapan-harapan orang sekitar, dan lusinan tempat lainnya.

Sayangnya, energi kita sudah habis karena dipakai seharian, wal hasil kita mengunjungi tempat-tempat itu dalam keadaan lelah. Lelah yang bertumpuk yang akhirnya membuat kita sakit. Maka alih-alih menikmati kunjungan itu, justru keadaan kita menjadi semakin buruk. Masa lalu yang seharusnya dikunjungi dengan keberanian, tersebab sakit, kini dikunjungi dengan keraguan. Masa depan yang seharusnya dikunjungi dengan optimis, tersebab sakit, kita malah menjadi pesimis. Begitu seterusnya. Kita butuh pereda sakit agar pikiran kita bisa kuat berkelana, memikirkan dan merenungi banyak hal.

Tahukah kamu sebaik-baik pereda itu? Adalah pemahaman baik tentang hidup. Buku sebelum lelap ini hadir dengan pemahaman-pemahaman baik itu. Ditulis dalam bentuk analogi dan tamsil-tamsil kehidupan, menjadikannya bacaan yang ringan, tidak berat untuk diproses kepala. Dan bukankah memang bacaan seperti itu yang kita butuhkan sebelum lelap? Ringan tapi menyegarkan jiwa. Sederhana tapi menenangkan. Membuat muhasabah menjadi nikmat.

 

Ulasan:

                Ini buku kedua dari bukujauh yang saya baca. Waktu itu beli 3 buku sekaligus. Terpikat setelah melihat kutipan-kutipannya di instagram. Dan memang aku merasa butuh buku ini.

                Seringnya, sebelum tidur, pikiran kita berkelana ke masa lalu, masa depan, dan masalah-masalah yang sedang dihadappi. Iya kalau yang dipikir yang bagus-bagus, yang enak-enak, mungkin bisa bikin senyum-senyum sendiri. Tapi lebih sering pikiran-pikiran jahat yang menghampiri. Dan tahukah kamu, kalau misal kita memikirkan satu pikiran negatif, maka otak akan membuat kita memikirkan hal-hal serupa atau sejenis.

 

Isi Buku Sebelum Lelap

                Buku ini berisi tlisan-tulisan yang singkat, sederhana, tapi jleb. Ngerti kan, maksudnya jleb? Cukup untuk menenangkan pikiran-pikiran jahat kita. di setiap akhir bab ada quote menarik yang instagramable menurutku.

“Dalam pandanganmu, mungkin kamu adalah sampah. Tapi bagi yang tulus mencintaimu besok lusa, kamu adalah perhiasan terindah yang pernah ia punya.” (Halaman 10)

                Penulisannya pake tamsil-tamsil gitu dan aku suka banget yang kaya gini. Lebih masuk ke otak gitu. Apa itu tamsil? Menurut KBBI Online, tamsil yaitu persamaan dengan umpama (misal).

Temen-temen kalau haus tuh lebih suka dikasih seember air atau sebotol air? Pasti sebotol air kan? Meski seember air lebih banyak daripada sebotol air, tapi sebotol air aja sudah ukup. Jadi, banyak belum tentu baik dan sedikit belum tentu tidak baik. Kalau sedikit, tapi mendekatkan ke Allah, maka itu baik.

                Hidup yang terasa pelik, kalau kita punya pemahaman-pemahaman yang baik, maka semua akan terlewati dengan mudah. Dan ada banyak pemahaman-pemahaman baik yang ditawarkan buku ini.

“Sebergelombang apapun masalah hidup, jika hati berisikan sabar dan syukur sedalam dan seluas lautan, hidup akan tetap indah.” (Halaman 104)

                Buku ini cocok untuk kamu yang merasa lelah, tapi sulit untuk tidur. Untuk kamu yang sering overthinking. Aku pernah mengalami hal yang sama sepertimu. Tidak mudah untuk tidur, pikiran ke mana-mana. Dan aku tahu itu nggak enak banget.

Kalau teman-teman mau samaan punya buku ini kaya aku, temen-temen bisa cek di sini

Sama seperti buku sebelumnya, pas aku beli buku ini,dapat amplop juga yang isinya surat satu foto. Bisa dilihat di foto yang ada di atas ya.

 

Sampai jumpa lagi di review buku ala Lish selanjutnya. :)

 

Monday, April 29, 2024

[Buku] Salah Satu Hal Terjahat yang Dilakukan Manusia Adalah Meragukan Dirinya Sendiri

Baca Buku ini Ketika Kamu Merasa Ragu dengan Diri Sendiri

Judul: Salah Satu Hal Terjahat yang Dilakukan Manusia Adalah Meragukan Dirinya Sendiri

Penulis: Febriawan Jauhari

Penyunting: Nidaussalwa

Tata Letak: Jauh

Cover: Jauh

Penerbit: bukujauh

Cetakan/TahunTerbit: 6/Maret 2024

Halaman: 194 halaman

Sampul Depan Buku Salah Satu Hal Terjahat yang Dilakukan Manusia Adalah Meragukan Dirinya Sendiri Karya Febriawan Jauhari

Blurb:

Kita terlalu banyak meragukan diri sendiri. Setiap kali bermimpi besar, alih-alih mendukungnya kita malah menjadi orang pertama yang menjagal mimpi itu. “Ingatlah siapa dirimu. Kamu ini orangnya seprti ini loh, kamu datang dari keluarga seperti ini, kemampuanmu hanya segini. Bagaimna mungkin kamu bisa meraih mimpi besar itu?” bisikmu pada diri sndiri.

Berapa bnayak cita-cita yang telah kita bunuh sampai hari ini hanya karena keraguan terhadap diri sendiri?

Berapa banyak kemungkinan takdir baik yang telah kita kubur hanya karena tidak berani mencoba sesuatu?

Berapa banyak kebaikan yang kita berhenti di tengahnya hanya karena terlalu fokus dengan omongan orang lain, mengabaikan bisikan hati sendiri?

Berapa banyak hari-hari indah yang telah kita rusak tersebab ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan?

Ulasan:

Buku yang berisi 42 bab ini bener-bener enak dibaca. Banyak pembelajaran yang bisa kita ambil. Seperti judulnya, buku ini mengingatkan kita untuk jangan ragu pada diri sendiri. Karena kita punya Allah Yang Maha Memudahkan, Maha Memampukan.

Pandang diri kita dengan kacamata syukur, bukan kekurangan. Pun semisal kita gagal, atau merasakan sesuatu yang nggak enak, tapi selama sesuatu itu mendekatkan diri kita pada Allah, maka itu bukanlah kegagalan, melainkan kesuksesan.

Hidup tuh, kalau nggak sabar ya syukur. Karena semua adalah baik selama ujungnya itu Allah.

 

Isi Buku Karya Febriawan Jauhari

Percaya Diri itu Hasil, Bukan Modal

Ini merupakan salah satu hal yang baru buatku. Kebanyakan dari kita tidak mau melakukan sesuatu karena merasa nggak percaya diri. Kita menganggapp kalau percaya diri adalah salah satu modal yang harus dimiliki untuk melakukan sesuatu, tapi di buku ini dijelasin kalau percaya diri seringnya merupakan hasil.

Kita baru percaya diri setelah melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Dan, kalau dipikir-pikir, iya juga yah. Dulu, semasa sekolah, saya merasa percaya diri setelah melakukan presentasi berkali-kali. Awalnya, khawatir. Tapi karena dulu saya yang ditunjuk untuk melakukan presentasi, saya mau melakukannya. Beberapa kali presentasi, saya yang selalu maju. Dan, ya, setelah berkali-kai itu saya merasa lebih percaya diri melakukannya.

Jadi, percaya diri itu memang bukan modal, melainkan hasil. Salah satu modal dalam melakukan sesuatu adalah berani.

Berani mengambil langkah pertama.

Berani bangkit kalau terjatuh.

Berani menerima apapun hasil yang didapat.

                Btw, kalau sekarang disuruh presentasi sesuatu, saya merasa belum siap, merasa ‘Duuh, bisa nggak ya?’. Tak patut ditiru ya, Temans. Saya harus ingat-ingat lagi untuk berani.

 Kita Punya Allah

Apapun mimpimu, selama itu baik, percayalah bahwa Allah akan membantumu. Selalu libatkan Allah dalam setiap langkahmu. Oh iya, ada satu kutipan di buku ini yang menurutku bagus.

“Sebab, di hadapan pertolongan Allah smua ketidakmungkinan akan terpatahkan, semua kemustahilan akan terkalahkan.” (Hal. 184)

Sebenarnya ada banyak banget kutipan bagus di buku ini. Tapi kan, ya nggak boleh ditulis banyak-banyak, hehe...

Nih, bonus.

“Masalah-masalahmu tidak lebih besar daripada kemampuan sejatimu.” (Hal. 27)

 

Buku ini dilengkapi dengan terjemahan kutipan hadis atau ayat Al-Qur’an. Jadi, menguatkan apa –apa yang ditulis. Ada beberapa bagian di buku yang bikin mata saya sampai berkaca-kaca. Kayaknya ini bakal jadi salah satu buku yang menemani hari-hari saya. Kalau lagi down bisa banget buat dibaca-baca lagi.

Oh iya, pas aku beli buku ini,dapat amplop juga yang isinya surat dengan tiga ‘kue’. Bisa dilihat di foto yang ada di atas. Saya sangat menikmati kuenya, hehe...

Buat teman-teman yang merasa butuh buku ini, bisa dibeli di sini 

Sampai jumpa lagi di review selanjutnya. Doakan saya tetap sehat dan rajin baca buku serta mereviewnya ya. ☺

Monday, March 8, 2021

[Buku] Sherlock, Lupin & Aku 4: Sobekan Peta Misterius

Judul: Sherlock, Lupin & Aku 4: Sobekan Peta Misterius 
Penulis: Irene Adler 
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP) 
Penerjemah: Tanti Susilawati 
Penyunting: Novalya Putri 
Redesain cover: Aditya Ramadita 
Tahun terbit: 2014 
Halaman: 262 
ISBN 10: 602-249-655-1 
ISBN 13: 978-602-249-655-7
Sampul depan Buku Sherlock, Lupin & Aku 4

Blurb: 

Keluarga Irene pindah ke Evreux, di daerah Normandia. Di sanalah gadis cilik ini didekati oleh seorang nyonya tak dikenal yang menghilang begitu saja, yang menyuruhnya mengambilkan sobekan kertas di rumahnya. Itu hanyalah awal dari kejadian-kejadian mendebarkan yang Irene, Sherlock, dan Lupin coba pecahkan. Ketiga bocah itu kemudian terjerumus ke dalam sebuah ruang rahasia di bawah tanah kota Paris, dengan sebuah benda pusaka kuno yang konon memiliki nilai yang tak terkira.

Sampul belakang buku Sherlock, Lupin & Aku 4

Review: 

Setelah membaca buku yang seri 2, 1, dan 3, saya jadi tertarik membeli buku yang ke-4 ini. Novel ini terdiri dari 21 bab. 

Di seri ini, dikisahkan keluarga Irene pindah ke Evreux karena kondisi kesehatan ibunya yang kurang baik. Udara pedesaan diharapkan bisa memulihkan kesehatan ibunya. Setelah beberapa hari tinggal di sana, Irene menemukan secarik kertas berisi undangan untuk bertemu. Irene memenuhi undangan itu. Dia bertemu dengan seorang Nyonya. Nyonya itu membuat permintaan aneh pada Irene. Si nyonya menyuruh Irene untuk mengambilkan sobekan kertas di rumahnya. Sobekan kertas yang dimaksud ternyata sebuah peta. 

 Lupin dan Sherlock mengunjungi rumah Irene. Karena sobekan peta itu, Irene, Sherlock, dan Lupin mulai menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan Irene pergi dari rumah tanpa pamit kepada orang tuanya (ini sebaiknya tidak ditiru ya, Kawan) untuk menyusul Sherlock dan Lupin ke Paris. 

Saya membayangkan bagaimana Sherlock melakukan penyamaran untuk bisa masuk kedua kalinya ke la Cave du Cardinal. Kerjasama dan keberanian ketiganya patut diacungi jempol. Nah, di sini mereka sempat ditodong pistol. Jadi dag dig dug deh. 

Di awal, saya kurang paham ini kisah mau dibawa ke mana, apa yang sebenarnya terjadi. Penulisnya pinter, bisa membuat pembaca lanjut terus untuk baca. 


Mereka bertiga mencari sebuah tempat yang membawanya ke ruang bawah tanah, bertemu Sang Maestro Agung. Siapa sebenarnya Sang Maestro Agung? Dia adalah,,, jeng jeng jeng,,, Baca sendiri di novelnya ya, hehehe... 

Di akhir, ada sebuah kisah Irene yang akhirnya terungkap. 

Saya bisa membayangkan adegan-adegan yang dituliskan. Penulis menggambarkan latar dan suasananya dengan apik. 


Ini dia kutipan yang saya catat: 

“Kenyataannya lebih sederhana daripada yang bisa kita bayangkan...” tukas Sherlock. (hal. 131)

Kadang memang begitu, kan? Kita membayangkan sesuatu yang rumit, eh ternyata sebenarnya sederhana saja. Kadang, kita memang perlu menyederhanakan pikiran. Biar nggak pusing dan ketemu jalan keluar dari masalah yang dihadapi. 

“Aku hanya ingin mengungkapkan kebenaran, walaupun kebenaran itu ternyata sukar untuk dipercaya dan sangat mengejutkan,” sahut Sherlock .... (hal. 203) 

Kebenaran harus diungkapkan walau menyakitkan, Kawan. Lebih baik jujur daripada bohong. Iya, kan? 

Dari 1-5, saya kasih bintang 4 untuk buku ini. 

 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 


Oke, sekian review ala saya. Buat teman-teman yang mau baca review buku seri 2, bisa di baca di Review Buku Sherlock, Lupin & Aku 1 

Sampai jumpa lagi di review selanjutnya. Salam semangat membaca.

Wednesday, May 27, 2020

[Buku] Zen Habits: Meraih Kesederhanaan, Kebahagiaan, dan Produktivitas dalam Hidup


Judul: Zen Habits-Meraih Kesederhanaan, Kebahagiaan, dan Produktivitas dalam Hidup
Penulis: Leo Babauta
Ilustrasi sampul: Sekar Bestari
Rancang Sampul: Katalika Project
Penerjemah: Sushela M. Nur
Penyunting: Zulkarnaen Ishak
Tata Letak: Wediantoro
Penerbit: Bright Publisher
Cetakan/TahunTerbit: 1/ 2019
Halaman: 150
ISBN: 978-602-5868-53-5
 
Sampul depan buku Zen Habits-Leo Babauta
Zen Habits awalnya adalah sebuah blog yang dikelola oleh si penulis, Leo Babauta. Blog ini berisi hal-hal yang sudah dipelajari oleh penulis dan berhasil dilakukannya, serta membawa dampak baik bagi kehidupannya.

Zen Habits ini kebiasaan yang kita lakukan untuk mencapai kesederhanaan, kebahagiaan, dan produktivitas dalam hidup. Kehidupan yang lebih sederhana mengurangi tingkat stres kita. Kebahagiaan tentulah suatu hal yang diinginkan semua orang. Produktivitas membuat kita tidak hanya sekadar sibuk, tapi menghasilkan sesuatu.
 
Sampul belakang buku Zen Habits-Leo Babauta
Kita semua melakukan berbagai hal dalam satu hari. Ada hal yang berkaitan dengan pekerjaan, kebersihan diri, kebersihan rumah, hobi, dan berbagai hal lainnya. Dari semua itu, kadang kita melakukannya begitu saja tanpa sebuah perencanan. Nah, di dalam buku Zen Habits ini, kita bisa menemukan cara untuk melakukan aktivitas secara efisien.

Misalkan, hari diibaratkan sebuah ember, dan aktivitas kita diibaratkan dengan kerikil, pasir, dan batu besar. Kita akan mengisi ember dengan kerikil, pasir, dan batu besar. Jika kita mengisi ember tanpa sebuah perencanaan, maka ember tidak bisa terisi dengan semuanya. Misal, kita mengisi ember dengan pasir, lalu kerikil. Maka tidak akan ada tempat untuk batu besar. Namun, jika kita mengisi dengan batu besar terlebih dahulu, maka kerikil dan pasir masih bisa masuk mengisi rongga-rongga atau ruang kosong di antara batu besar.

Batu-batu besar adalah aktivitas yang harus kita selesaikan pekan ini. Cobalah untuk menyelesaikan batu-batu besar kita di pagi hari. Dengan begitu, kita akan menjalani hari itu dengan bahagia.

Saya sudah mencoba tips ini. Saya tuliskan apa yang harus diselesaikan dalam satu hari. Sebelumnya saya sudah melakukan hal ini (menulis to do list). Namun, ada perbedaannya. Jika dulu saya menuliskan banyak hal yang harus diselesaikan, sekarang saya hanya menuliskan ‘batu besar’ saya dulu. Saat batu besar selesai, barulah saya menuliskan hal-hal lain. Tips ini berhasil membuat saya lebih bahagia, lebih lega dalam menjalani hari sepanjang hari itu.
Isi buku Zen Habits

Oh iya, kalau dalam buku Zen Habits, kita dianjurkan menuliskan batu-batu besar dalam satu minggu. Kalau yang saya lakukan, hanya satu hari. Meski begitu, saya sudah punya target apa saja yang harus diselesaikan dalam satu bulan. Jadi, batu besar yang saya tuliskan setiap harinya menuju goals saya dalam satu bulan.

Tips agar tetap produkti:
1.      Buat daftar
2.      Jaga agar tetap ringkas
3.      Tempatkan batu-batu besar
4.      Tinggalkan ruang untuk kerikil-kerikil
5.      Kerjakan lebih awal
6.      Berbangga
Untuk penjelasannya bisa langsung baca di bukunya, ya. Harganya murah kok, cuma 49.000. :) 
Waktu itu saya beli pas lagi promo 99.000 dapat 3 buku Bright Publisher. Dua buku lainnya belum dibaca, hehe...

Banyak banget tips-tips yang dituliskan dalam buku ini. Tapi percayalah, kalau kamu mencoba melakukan semuanya, itu tidak akan berhasil. Kamu harus mencobanya satu demi satu. Kemudian melihat hasilnya, cocok nggaknya, berhasil atau tidaknya. Kalau berhasil, lanjuuut. Kalau gagal, coba lagi, atau coba tips lainnya. Perlu diketahui, kalau tidak semua tips yang ada di buku ini sesuai dengan saya. Ada beberapa tips yang bertentangan dengan kepercayaan saya. Jadi, ya,,, nggak saya ikuti. Ikuti yang baik dan tinggalkan yang buruk.

Ada beberapa typo berulang seperti pada kata ‘Ada’, seharusnya ‘Anda. Tapi ya, masih tetep bisa dipahami lah.
Saya juga suka desain sampulnya, simple.

Dari lima bintang, saya kasih 4,5 untuk buku ini.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sekian cerita soal buku kali ini. Terima kasih yang sudah mampir. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Doakan agar saya nggak malas nulis soal buku yang sudah dibaca, ya.


Tuesday, February 26, 2019

[Buku] Seni Tinggal di Bumi


Seni Tinggal di Bumi- Buku yang Bikin Kita Tertampar

Judul: Seni Tinggal di Bumi
Penulis: Farah Qoonita
Penerbit: Kanan Publishing
Tahun Terbit: 2018
Halaman: 178 halaman
Kategori: Nonfiksi
ISBN: -
 
Cover depan buku Seni Tinggal di Bumi
Buku ini saya tahu dari instagram. Waktu itu lihat di instastory salah seorang ilustrator. Di sana diperlihatkan beberapa bagian isi buku. Dari sekilas isi yang terbaca itu, rasanya makjleb. Karena penasaran dengan bukunya, langsung deh saya meluncur ke akun IG penulisnya. Dan,,, keren sih, menurut saya.

Di sana diupload beberapa video promosi buku. Video itu menunjukkan sebagian isi buku yang disuarakan. Suaranya suara si penulis. Saya lihat deh, itu video-videonya. Semakin jleb ke hati.

Tidak hanya video tentang isi buku, tapi ada juga kata pembaca tentang bukunya. Jadi, saat saya jalan-jalan di IG Mba Qonit ini, bukunya itu sudah dibaca banyak orang. Dan banyak banget yang kasih review kalau buku Seni Tinggal di Bumi itu isinya bisa bikin kita tertampar dan nangis.

Awalnya bingung mau order apa nggak. Soalnya saya merasa sudah punya buku sejenis. Tapi, setelah lihat video-video dan review pembaca yang sering muncul di instastory-nya, saya benar-benar penasaran.  Emang isi bukunya kaya apa sih? Kok, banyak yang ngaku tertampar berkali-kali pas baca?

Akhirnya, saya putuskan untuk order. Buat sekalian belajar juga. Tapiii,,, bukunya sudah habis dan sedang dalam proses cetak lagi. Buku yang tidak edar di toko buku, dicetak sekian ribu, ludes terjual dengan promo lewat IG. Whuaaa, semakin pengen order deh saya.
Setelah proses cetak selesai, langsung order. Dan setelah buku sampai di tangan, nggak langsung dibuka. Hahaha... Gimana sih, saya?! Oh iya, kemasan buku ini juga cakep, lho. Kaya amplop gitu.



Iya, jadi waktu itu, saya masih ada buku yang baru dibeli juga dan belum kelar dibaca. Takutnya buku yang belum selesai dibaca itu akan terbengkalai begitu saja kalau aku baca Seni Tinggal di Bumi.

Saya mulai baca buku Seni Tinggal di Bumi pas keadaan lagi nyesek. Saya sembarangan aja buka halaman. Saya sampai di halaman dengan judul ‘Menerima lalu Bahagia’.

Di sana diceritakan tentang seorang ayah dan anaknya yang sedang berlomba lari menuju restoran pizza. Sang anak begitu bersemangat hingga akhirnya mengalahkan sang ayah. Mereka bukan makan di dalam restoran, melainkan di tempat pembuangan akhir makanan restoran tersebut. Ayah dan anak ini adalah seorang pemulung. Mereka bahagia meski hanya makan pizza dari tempat pembuangan makanan.

Berbeda dengan seorang CEO yang duduk di mobil mewah bersama supirnya yang sedang menghadapi kemacetan jalanan ibukota. Sang bos marah-marah di telepon karena urusan kantor.
Si bos dan supir melihat ayah dan anak pemulung sedang tidur di emperan toko yang sudah tutup. Si bos heran karena ayah dan anak itu bisa tidur dengan pulas di sana. Si bos dan supir berbincang hingga sadarlah si bos kalau dia terlalu khawatir kehilangan dan menuntut kesempurnaan hidup.

“Orang yang tak bisa menerima bisa berakhir gila. Menerima berarti mampu berdamai dengan peliknya hidup, memeluknya erat-erat, lalu perlahan menyembuhkan hatinya. Dari kelabu, jadi penuh warna.” (hal 51)

Setelah baca kisah itu, saya jadi nangis. Dan, tahulah saya kenapa buku Seni Tinggal di Bumi ini banyak yang suka. Buku ini benar-benar ditulis dari hati.
Buku yang berisi 67 tulisan ini dibagi ke dalam 6 tema besar.
1. Seni Melangkah di Bumi
2. Tentang Hati yang Ingin Dicintai
3. Tentang Perempuan
4. Manusia Langit
5. Dunia di Sekitarmu
6. Menapaki Keabadian
 
Cover belakang buku Seni Tinggal di Bumi
Ada juga tulisan yang membandingkan keadaan masa lalu dengan keadaan sekarang. Biografi singkat manusia-manusia sukses yang sudah mendahului kita diceritakan pada bagian Manusia Langit. Di bagian ini, saya jadi sedikit tahu soal sejarah islam. Meski soal sejarah, tapi diceritakan mengalir dan enak dibaca.

Ada banyak typo, tapi hal itu ketutup sama hikmah di setiap tulisannya. Saya juga merasa tertampar beberapa kali, nangis. Bersyukur sekali bisa baca buku ini. 😇
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Okay deh, sekian review buku ala-ala saya ini. Buku Seni Tinggal di Bumi recomended untuk dibaca. Dari 5 bintang, saya kasih 4,5. 
Jangan takut tertampar pas baca, karena setelahnya kita bakal merasa damai dan pengen jadi manusia yang lebih baik lagi.

Terima kasih semua. Sampai jumpa di review berikutnya. 😁

Saturday, December 15, 2018

[Buku] Sherlock, Lupin dan Aku 1: Kawanan Si Nyonya Hitam


Judul: Sherlock, Lupin, dan Aku 1: Kawanan Si Nyonya Hitam
Penulis: Alessandro Gatti, based on the correspondence of Irene Adler
Ilustrasi: Iacorpo Bruno
Pengalih Bahasa: Tanti Susilawati
Penyunting: Kartika Indah Prativi
Redesain: Meita Safitri
Penerbit: PT. Bhuana Ilmu Populer
Cetakan/TahunTerbit: 3/Juli 2016
Halaman: 264 halaman
ISBN 10: 602-249-322-6
ISBN 13: 978-602-249-322-8

Cover Sherlock, Lupin dan Aku: Kawanan Si Nyonya Hitam

Ulasan:
Awalnya, saya tidak pernah ada niatan membeli atau membaca buku semacam ini. Saya lebih suka menonton filmnya. Saya suka menonton film tentang detektif, entah itu live action atau animasi. Dari kecil suka sekali menonton animasi Detective Conan. Kalau sekarang, kadang nonton movie-nya karena animasinya sudah tidak disiarkan lagi di stasiun TV nasional.

Nah, suatu hari, saya dapat bingkisan kado ultah dari sebuah penerbit. Salah satu isinya adalah buku novel seri Sherlock, Lupin dan Aku. Saya dapat yang seri 2 waktu itu. Yap, dari penerbit BIP tentunya. Penerbit yang menerbitkan novel seri ini.

Saya baca tiap lembar halamannya. Karena semakin penasaran setiap membacanya, cepat-cepat saya selesaikan novel itu. Baru saya sadari, ternyata membaca novel detektif seru juga. Nggak kalah seru dengan menonton filmya. Jadi deh, saya beli buku seri Sherlock, Lupin dan Aku yang seri pertama ini.

Novel ini menggunakan sudut pandang pertama. Diceritakan oleh Irene Adler.
Irene Adler pertama kali berkenalan dengan Sherlock Holmes dan Arsene Lupin ketika di Saint Malo. Saat itu usianya 12 tahun. Irene bersama Ibunya sedang berlibur ke  Saint Malo. Irene yang tak mau menghabiskan hari pertamaya untuk membereskan barang-barang bawaannya memilih keluar rumah dan akhirnya bertemu dengan Sherlock di sebuah benteng. Saat Tuan Nelson, pelayan keluarga Adler, menemukan Irene, Irene dan Sherlock lari. Irene pun akhirnya bertemu dengan Lupin. Bertiga, mereka akhirnya berteman.

Saat sedang berada di dekat pantai, mereka menemukan mayat seorang laki-laki. Ada secarik kertas di saku mayat itu. Kertas itu bertuliskan, “Laut akan menghapus kesalahanku.” 

Sesuatu yang membuat Sherlock dan Lupin merasa janggal. Di saat yang sama, Irene melihat sesosok bertudung di puncak bukit. Dari sanalah petualangan dimulai. Irene yang awalnya merasa takut menjadi tertarik. Hidupnya terasa berubah. 

Ketiga sahabat itu diam-diam menyelediki apa yang sebenarnya terjadi. Mereka pergi ke hotel yang sempat ditinggali oleh Lambert atau Poussin, lelaki yang ditemukan  tewas di tepi pantai.
Hilangnya kalung berlian milik Nyonya Martigny menambah kasus di Saint Malo. Orang-orang menduga kalau kalung berlian Nyonya Martigny dicuri oleh pencuri atap.

Irene dan Sherlock juga melihat sosok tinggi berpakaian serba hitam yang berjalan di atap sewaktu mereka melarikan diri dari kejaran para penjahat. Inilah yang orang-orang kira pencuri atap.

Penggambaran setting yang detail membuat saya bisa membayangkan seperti apa kejadiannya. Saya jadi belajar soal menuliskan setting
 
Petunjuk demi petunjuk dibuka secara perlahan. Saya mencoba menebak siapa pelaku atau dalang dari semua yang terjadi di Saint Malo itu. Dan,,, tebakan saya keliru. Hahaha... , tapi tebakan saya kalau kasusnya berhubungan, benar. 😁

“Orang yang tak baik selalu berakhir tak baik pula.” (Halaman 238)
Kata-kata di atas ini membuat saya berhenti sejenak saat membacanya. Lantas mengulangnya kembali. Ya, memang benar. Mending pilih jadi orang baik saja, ya. Hehe...

Yang tidak saya duga adalah soal pencuri di atap. Benar-benar tidak tertebak soal ini.
Meski ada beberapa typo di bagian tanda petik, tapi itu tidak mengurangi keseruan novel ini. Saya pun semakin penasaran dengan kisah-kisah selanjutnya. Saya juga penasaran tentang ayah Lupin, Tuan Theophraste Lupin, yang di sini digambarkan sebagai pemain sirkus yang katanya juga seorang pencuri.

Tiga anak luar biasa, sahabat sejati.
Tiga otak cemerlang yang mengungkap kisah kejahatan.
Serangkaian petualangan yang mendebarkan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Udahan ya, review ala-ala ini. Hehe...
Sampai keteemu di review buku selanjutnya. Bye bye... 😃

Wassalamu’alaikum.