Tuesday, November 13, 2018

[Buku] 25 Nabi dan Rasul Teladanku


Judul               : 25 Nabi dan Rasul Teladanku
Penulis            : Lish Adnan
Ilustrator          : Rizka Nur Fazrina
Penerbit           : Quanta Kids-Elexmedia Komputindo
Tahun Terbit    : Oktober 2018
Tebal               : 152 halaman
Ukuran            : 19 x 24 cm
Cover              : Softcover
ISBN               : 978-602-04-8341-2


Blurb:
Percaya kepada Nabi dan Rasul merupakan salah satu keimanan. Islam mempunyai 25 Nabi dan Rasul yang wajib diimani dan diteladani. Kisah para Nabi dan Rasul diabadikan oleh Allah dalam Al- Quran.
Kita bisa mengambil teladan dari kisah mereka yang luar biasa.  Ada Nabi Adam yang segera bertobat setelah melakukan kesalahan, Nabi Ayyub yang tetap sabar dalam menjalani ujian hidup yang berat, dan Nabi Muhammad, nabi akhir zaman yang senantiasa menyayangi umatnya.
Di dalam buku ini, kalian bisa menemukan infografis kisah Nabi dan Rasul di awal cerita. Dengan begitu, kalian bisa mudah mengingat urutan ceritanya.
Yuk, baca kisahnya, ambil hikmahnya, teladani akhlaknya! Dan... jangan lupakan kisahnya!

Sekilas Bagian Isi Buku
Seperti yang sudah tertulis di judul, buku ini berisi kisah 25 Nabi dan Rasul. Ada ilustrasi di setiap kisahnya. 

Di awal setiap kisah, ada infografis urutan ceritanya. Harapannya sih, semoga mereka yang membaca bisa mengingat urutannya dan kisahnya. 

Di akhir setiap kisah, ada hikmah kisah. Sehingga anak-anak bisa lebih paham apa yang bisa diambil dari kisah Nabi dan Rasul yang diceritakan.

Oke, itu dia informasi seputar buku 25 Nabi dan Rasul Teladanku. InsyaAllah bukunya bergizi dan bisa dibaca dari masa ke masa, bisa dibacakan orang tua pada anaknya atau dibaca sendiri oleh si anak.


Bisa Dibuat Tebakan
Misal, orang tua menggambar salah satu inforafis yang identik dengan kisah Nabi dan Rasul. Lalu, minta si anak menyebutkan kisah siapa yang dimaksud. Jika jawaban si anak benar, coba minta si anak untuk menceritakannya kembali. 
Tapi kalau si anak tidak bisa menjawab atau jawaban salah, jangan dimarahi, ya! Ini  buat seru-seruan saja. Mereka bisa baca bukunya lagi kok. Hehe... 

Tebak-tebakkan ini salah satu cara untuk mengecek apakah mereka mengingat kisah yang dibacanyaatau tidak. Jika belum, ulangi. Baca, baca, baca, baca. Semakin sering dibaca ulang, semakin besar kemungkinan mereka mengingat kisahnya. Eits, tapi, ada yang penting juga selain mengingat kisahnya. Yakni mengambil hikmahnya. 

Dari masing-masing kisah Nabi dan Rasul, selalu ada yang bisa kita petik hikmahnya. Sperti Nabi Ayyub dengan kesabarannya. Orang tua bisa mengingatkan atau menceritakan kembali kisah Nabi Ayyub pada anak jika si anak berperilaku tidak sabar.
 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bukunya bisa dijemput di toko buku kesayangan Anda, di gramedia.com, atau di market place. Terserah Ayah atau Bunda mau belinya di mana, hee... 

Doakan saya agar bisa menelurkan karya lagi ya. Terima kasih. 😄

Friday, November 9, 2018

Buku Seri Jangan Remehkan Aku!


Penulis           : Lish Adnan
Ilustrator        : InnerChild Studio
Editor             : Hari
Desain sampul dan isi: Wendy TAJ
Penerbit          : Tiga Ananda, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Tebal               : 36 halaman
Ukuran            : 19 x 24 cm

Ada 6 buku dari seri ini, yaitu:


1. Kelip, Si Penjepit Kertas
Terbit: September 2018
Penata letak: Diyantomo
ISBN: 978-602-366-511-2
Blurb:
Duh, kertas-kertas gambar milik Riska begitu berantakan. Untunglah, ada Kelip, si penjepit kertas. Bersama Riska, Kelip melakukan tugasnya merapikan kertas-kertas yang berserakan. Selesai Kelip menjalankan tugas, Riska meletakkannya begitu saja di atas meja. Apakah Riska tidak mau menggunakan Kelip lagi? Yuk, ikuti kisah serunya!



2. Reret, Si Karet Gelang
Terbit: September 2018
Penata letak: Diyantomo
ISBN: 978-602-366-512-9
Blurb:
Lili sering membawa Reret, si karet gelang, pergi ke mana saja. Reret dan teman-teman sangat bermanfaat bagi Lili. Reret pun senang karena dirinya selalu dapat berguna. Namun, akhir-akhir ini Lili tampak tidak bersemangat. Lili meninggalkan Reret dan teman-teman di atas meja. Ada apa, ya, dengan Lili? Yuk, ikuti kisah serunya!


3. Sanci, Si Suvenir Cantik
Terbit: September 2018
Penata letak: Diyantomo
ISBN: 978-602-366-513-6
Blurb:
Sanci, si suvenir gantungan kunci, sangat senang. Ia bertemu dengan pemiliknya yang baru. Namanya Mia. Itu artinya, Sanci akan memulai petualangan baru bersama Mia. Namun, dugaan Sanci salah. Mia seolah-olah tidak menghiraukannya.
Apakah Mia sudah benar-benar melupakan Sanci? Akankah Sanci berguna lagi bagi Mia? Yuk, ikuti kisah serunya!



4. Dadan, Si Kertas Undangan
Terbit: Oktober 2018
Penata letak: Tri Mulyani Ch.
ISBN: 978-602-366-511-2
Blurb:
Dadan, si kertas undangan, tidak mau dibuang begitu saja setelah selesai dibaca. Dia ingin berguna lagi bagi manusia. Aha! Ibu Bian ternyata punya ide untuk memanfaatkan Dadan lagi. Berkat ide ibu, Bian kini tidak takut kehabisan kertas untuk menggambar. Apa, sih, ide ibu Bian itu? Yuk, ikuti kisah serunya!

5. Kanju, Si Kancing Banju
Terbit: Oktober 2018
Penata letak: Tri Mulyani Ch.
ISBN: 978-602-366-516-7
Blurb:
Ups! Kanju, si kancing baju, lepas dari baju seragam Nafis. Dia jatuh dan menggelinding ke bawah lemari. Tanpa Kanju, baju seragam Nafis tampak tidak rapi. Nafis pun berusaha mencari-cari Kanju. Dapatkah Nafis menemukan Kanju lagi? Yuk, ikuti kisah serunya!



6. Dodot, Si Sedotan Plastik
Terbit: Oktober 2018
Penata letak: Tri Mulyani Ch.
ISBN: 978-602-366-517-4
Blurb:
Dodot, si sedotan plastik, ingin segera bertugas. Tapi ..., banyak teman Dodot di warung yang dibuang begitu saja setelah digunakan. Untunglah ada Dimas, si pelangggan baru. Dimas tidak membuang Dodot setelah selesai menggunakannya. Apa kira-kira yang akan Dimas lakukan terhadap Dodot? Yuk, ikuti kisah serunya!



Tujuan Dibuatnya Buku
Banyak anak-anak maupun orang dewasa yang meremehkan benda-benda kecil dan terlihat tak penting. Lewat buku berseri Jangan Remehkan Aku! diharapkan setiap anak akan belajar untuk merawat dan menjaga barang-barang yang terlihat tak penting itu. Karena barang-barang yang terlihat kecil dan tak penting itu terkadang mempunyai banyak fungsi dan sangat bermanfaat.
Dari sini, semoga mereka bisa belajar menghargai setiap barang yang mereka miliki. Dan semoga nantinya mereka bisa menghargai hal-hal kecil dalam hidup.

Isi Buku
Buku-buku di seri ini berisi cerita yang mengingatkan kembali fungsi dari benda-benda yang terlihat sepele. Bendanya diceritakan dapat berbicara. Jadi, anak-anak bisa belajar berempati. 
 
Contoh isi buku Jangan Remehkan Aku!
Di akhir cerita, ada kolom ‘Yuk, Coba Sendiri!’. Di sini anak-anak akan belajar membuat benda dari benda yang terlihat sepele. Hal ini akan mengasah kreatifitas anak.

Kolom Yuk, Coba Sendiri! di buku seri Jangan Remehkan Aku!
  
Nah, buat Ayah, Bunda, Kakak, bisa deh belikan buku-buku seri ini untuk si kecil. Bukunya bisa didapatkan di toko buku, store tiga serangkai, atau di toko buku online. 
Ingat selalu bahwa ‘membeli buku itu seperti investasi’. 

Oh iya, sekilas proses kreatif buku seri ini bisa dibaca di web penerbit tiga serangkai. Semoga bukunya bisa bermanfaat dan membawa berkah. Aamiin.
Doakan saya agar bisa berkarya lebih baik lagi, ya. Terima kasih. 😀


Saturday, October 20, 2018

[BTS] Superkidz Science Story: Keajaiban Tubuh Manusia



Buku Superkidz Science Story: Keajaiban Tubuh Manusia

Assalamu’alaikum.

Kali ini saya mau berbagi cerita soal lahirnya buku ke-2 saya. Yupz, BTS lagi! Hee...
Buku ke-2 saya berjudul Superkidz- Science Story: Keajaiban Tubuh Manusia. Setelah sebelumnya soal keajaiban yang ada di alam sekitar, di buku ke-2 ini membahas tentang tubuh kita, manusia. Sekilas bisa dibaca di sini .

Dapat Email
Setelah naskah buku pertama beres, tanggal 3 Mei 2017, saya dapat email dari pihak penerbit. Deg degan pas buka. Bertanya-tanya, “Wah, apa ini isinya? Urusan naskah kan, sudah beres. Apa mau nunjukkin ilustrasi, ya?”

Saya kalau dapat email dari penerbit itu excited. Biasanya email penting. Bosan kan, lihat kotak email isinya dari facebook dan twitter melulu, :p.
Dan setelah dibuka, isinya:
“Kaka Lis.. bagaimana kalo menulis lagi.. (bla bla bla...)” 

Yang intinya adalah email itu berisi tawaran. Nah, seneng kan, kalau ditawari kaya gini?
Buat saya yang masih pemula, pasti seneng lah. Langsung cerita sama Mamake. Haha...

Waktu itu ada 3 tema yang ditawarkan. Dari tiga itu, saya menyanggupi satu tema, keajaiban tubuh manusia. Kenapa?
Karena di rumah lumayan refrensinya. Buku-buku sekolah pas SMP dan SMA masih ada. Walaupun ya, saya juga tetap cari refrensi lain. Namun, tema itu yang terasa dekat dengan saya. 

Menemukan Tokoh
Seperti film atau sinetron yang harus ada pemainnya. Sebuah cerpen juga harus ada tokohnya. Penerbit minta tokohnya berbeda dengan tokoh di buku pertama. Dan ketemulah tokoh Cisko. Nama ini terinspirasi dari nama teman pas PPL. Waktu lihat papan pengumuman penempatan PPL, saya penasaran sama nama unik ini. Francisko. Namanya kaya orang luar. Hehe... 
 
Nah, jadi deh, saya gunakan nama Cisko. Setelah ketemu nama, saya kenalan sama tokoh ini (tokoh ini lho, ya!). Seperti apa dia dan bagaimana kehidupannya. Dari menelusuri tokoh Cisko ini, saya ketemu sama tokoh lainnya juga. 

Proses menulis
Sebelum menulis, saya biasa oret-oretan dulu. Kaya matematika, ya? Hehe... Tapi ini beda oret-oretannya. Namanya outline.

Saya membuat garis besar apa-apa saja yang akan saya tuliskan. Setelah ketemu garis besarnya, saya jabarkan sedikit, lalu baru menulisnya. Saya tuliskan ceritanya perlahan, satu per satu. Namun, tetap konsisten kerjakan setiap hari.

Baca buku, e-book, cari refrensi di internet. Saya lakukan setiap hari. Apa nggak bosen? Jawabannya, nggak. Saya malah senang. Karena dari kegiatan itu, saya dapat mengingat-ingat kembali pelajaran yang sudah diberikan Bapak dan Ibu guru di waktu sekolah. Terima kasih, Pak, Bu. Dan, dari kegiatan itu, saya juga dapat tambahan ilmu. Saya kembali menyadari bahwa Allah Maha Besar, Maha kuasa atas segala sesuatu. Allah menciptakan tubuh kita ini luar biasa, saling berkaitan satu sama lainnya. Semoga rasa syukur saya bertambah karenanya. Begitu juga yang saya harapkan pada para pembaca. Yakni semakin mensyukuri apa yang sudah Allah berikan.

Tanggal 30 Mei 2017, naskah selesai. Setelah semua sudah dikoreksi lagi, langsung saya kirim. Alhamdulillah, dapat respon baik. Naskah bagus dan tinggal ditambahkan panduan ilustrasi. Dua hari kemudian, saya kembali mengirimkan naskah yang sudah lengkap. 

Jadi, proses menulisnya kurang lebih sebulan. Saya berusaha menyelesaikannya dengan cepat. Namun, tetap nggak mau asal-asalan. Bagjane setelah sahur, garap naskah di atas tempat tidur. Tapi tetap sambil duduk, ya. Tempat tidur ini dekat sama colokan listrik. Maklum, si Lepi sudah harus mendapat asupan listrik kalau mau nyala. 😅

Mejeng di Toko Buku dan Marketplace
Ada rasa senang ketika melihat buku karya kita mejeng di toko buku. Pun ketika ada banyak di marketplace. Itu artinya, bisa dibeli dengan mudah. Yang suka pergi jalan-jalan ke toko buku, bisa nemu dan beli langsung. Yang sibuk atau males cari di toko buku atau nyari-nyari toko buku sudah nggak ada, bisa beli di marketplace. Atau bisa juga di online. Beberapa kali, saya melihat teman facebook menjual buku ini. Setahu saya, Visi Mandiri banyak kok, reseller-nya.
Bukunya mejeng di Gramedia Tegal


Oke deh, itu dia secuil cerita yang bisa saya bagi. Dalam setiap penulisan sebuah buku pasti ada pelajaran yang bisa diambil. Sampai jumpa di BTS selanjutnya. Doakan, ya. 😊

Rasa senang bisa menjadi booster dalam menulis. 

Wassalamu'alaikum.