Showing posts with label Behind The Scene. Show all posts
Showing posts with label Behind The Scene. Show all posts

Saturday, June 29, 2019

BTS Buku 25 Nabi dan Rasul Teladanku


Assalamu'alaikum.

Buku 25 Nabi dan Rasul Teladanku terbit 7 oktober 2018. Dan saya baru sempat menuliskan proses di balik lahirnya buku ini sekarang. Maaf ya, lama, hehe... Buku 25 Nabi dan Rasul Teladanku merupakan buku kedua bertema islami karya saya. Ayah, Bunda, sudah pada punya belum? Kalau belum dibeli, ya :D
Mau tahu proses di balik buku ini? Yuk, langsung saja!


Surel Masuk itu Membuat Saya Terharu
Naskah 25 Nabi dan Rasul ini saya buat setelah mendapatkan tawaran dari editor. Waktu itu, kami sedang berbalas email mengenai form kontrak menulis buku pertama. Dan di akhir surat, saya ditawari untuk menulis kembali naskah tema Nabi dan Rasul. Saya baca dan baca lagi isi surel itu. Ini beneran saya ditawari nulis lagi?

Siapa yang tidak senang ditawari menulis naskah. Kalau penulis macam saya sudah tentu senang, bahagia. Saya pun menerima tawaran itu.
Ada rasa haru saat menerima tawaran itu. Menuliskan kembali sesuatu yang kisahnya diceritakan sepanjang masa.

Tak Mudah Menuliskannya
Di awal menuliskan propposal naskah, saya sempat bingung. Tahu kan, buku tema serupa sudah banyak beredar. Saya mesti berpikir agar buku yang saya tulis ini berbeda dari yang lain. Dan Alhamdulillah saya menemukannya. Yakni infografis kisah. Infografis ini bisa digunakan untuk memudahkan pembaca mengingat ceritanya.

Setelah nemu, saya kembali dibuat bingung bagaimana menuliskan panduan ilustrasinya. Soalnya infografis ini gambarnya banyak dan ada sedikit keterangannya pula.
Ya Allah, bagaimana ini?

Akhirnya, daripada saya mendeskripsikannya, saya memutuskan untuk menggambarnya. Iya, jadi, saya buat infografis kisah dari 25 Nabi dan Rasul di kertas HVS. Alhamdulillah masih ada kertas sisa waktu bikin skripsi. Haha... (manfaatkan apa yang ada).

Sebelum menggambarkannya, saya corat-coret dulu tentunya. Bolpoin, pensil, pensil warna, dan spidol menjadi senjata saya saat itu. Dengan kemampuan menggambar yang nggak jelek-jelek banget, saya pun bisa menyelesaikannya.
 
25 infografis kisah Nabi dan Rasul yang dibuat manual
Waktu itu, kirim proposal dan satu cerita terlebih dahulu. Ada sedikit revisi dari editor, tapi Alhamdulillah proposal saya di-acc. Jadi, Meski tawaran langsung dari penerbit, mereka tidak serta merta meloloskannya. Pihak penerbit tetap menilai layak dan tidaknya. Secara, mereka penerbit besar. Masa iya mau langsung diiyain aja tanpa dinilai.

Kamera Handphone Jadi Andalan
Saya bolak-balik baca Al-Quran yang ada terjemahannya. Begitu nemu tentang Nabi dan Rasul, saya potret dengan kamera handphone. Alhamdulillah HP saya sudah sedikit bagus waktu itu.

Begitu juga saat di Arpusda Kota Tegal. Saya terus-terusan memotret buku yang saya baca karena beberapa buku tidak boleh dibawa pulang. Kebanyakan buku tentang Nabi dan Rasul hanya boleh dibaca di tempat. Jadi, ya begitulah. Saya jeprat-jepret mulu, hee...
Ya sudah, nggak apa-apa sih, ya. Untung saja dipinjemin. Daripada nggak sama sekali. Makasih, Arpusda Kota Tegal.

Pencarian Ilustrator
Setelah naskah selesai, saya mencari ilustrator. Saya cari di instagram. Karena di sana lah biasanya ilustrator memposting karyanya. Beberapa ilustrator  sempat saya hubungi, tapi mereka sedang ada kerjaan lain. Ada juga yang jadwalnya sudah full setahun (ckck laris, ya).

Saya pun kembali mencari dan mencari. Akhirnya ketemu sama Mba Rizka Nur Fazrina. Ilustrasi pun dikerjakan. Alhamdulillah bisa selesai tepat waktu dan jadi apik. Infografisnya pas. Thanks, Mba Rina. 😃

Buku Terbit
Saya benar-benar tidak menyangka pada akhirnya menulis kisah 25 Nabi dan Rasul yang wajib diimani umat islam. Dulu, saya hanya mendengarkan ceritanya dan membaca kisahnya. Tapi sekarang, Allah mengizinkan saya untuk menuliskannya. Syukur Alhamdulillah.

Terima kasih sekali untuk Mba Renny selaku editor, yang sudah bolak-balik ngecek naskah. Jadi, bener-bener deh tuh, naskah diteliti banget sebelum dicetak. Mulai dari gambar, kalimat, kata, style huruf, bahkan titik koma dan spasi. Keliru atau kurang satu huruf saja mesti ditangani.
Dan, inilah hasilnya!


Sekilas tentang buku ini bisa di baca di sini .

Semoga dengan hadirnya buku ini bisa membawa manfaat untuk setiap pembacanya. Aamiin. Buat Ayah, Bunda, Kakak, Adik, yang belum beli bukunya, silakan dicari di toko buku, gramedia.com, atau di toko buku online lain.

Okay, sekian BTS buku ini. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman dan saya. Doakan saya agar tetap bisa berkarya. Terima kasih.

Saturday, October 20, 2018

[BTS] Superkidz Science Story: Keajaiban Tubuh Manusia



Buku Superkidz Science Story: Keajaiban Tubuh Manusia

Assalamu’alaikum.

Kali ini saya mau berbagi cerita soal lahirnya buku ke-2 saya. Yupz, BTS lagi! Hee...
Buku ke-2 saya berjudul Superkidz- Science Story: Keajaiban Tubuh Manusia. Setelah sebelumnya soal keajaiban yang ada di alam sekitar, di buku ke-2 ini membahas tentang tubuh kita, manusia. Sekilas bisa dibaca di sini .

Dapat Email
Setelah naskah buku pertama beres, tanggal 3 Mei 2017, saya dapat email dari pihak penerbit. Deg degan pas buka. Bertanya-tanya, “Wah, apa ini isinya? Urusan naskah kan, sudah beres. Apa mau nunjukkin ilustrasi, ya?”

Saya kalau dapat email dari penerbit itu excited. Biasanya email penting. Bosan kan, lihat kotak email isinya dari facebook dan twitter melulu, :p.
Dan setelah dibuka, isinya:
“Kaka Lis.. bagaimana kalo menulis lagi.. (bla bla bla...)” 

Yang intinya adalah email itu berisi tawaran. Nah, seneng kan, kalau ditawari kaya gini?
Buat saya yang masih pemula, pasti seneng lah. Langsung cerita sama Mamake. Haha...

Waktu itu ada 3 tema yang ditawarkan. Dari tiga itu, saya menyanggupi satu tema, keajaiban tubuh manusia. Kenapa?
Karena di rumah lumayan refrensinya. Buku-buku sekolah pas SMP dan SMA masih ada. Walaupun ya, saya juga tetap cari refrensi lain. Namun, tema itu yang terasa dekat dengan saya. 

Menemukan Tokoh
Seperti film atau sinetron yang harus ada pemainnya. Sebuah cerpen juga harus ada tokohnya. Penerbit minta tokohnya berbeda dengan tokoh di buku pertama. Dan ketemulah tokoh Cisko. Nama ini terinspirasi dari nama teman pas PPL. Waktu lihat papan pengumuman penempatan PPL, saya penasaran sama nama unik ini. Francisko. Namanya kaya orang luar. Hehe... 
 
Nah, jadi deh, saya gunakan nama Cisko. Setelah ketemu nama, saya kenalan sama tokoh ini (tokoh ini lho, ya!). Seperti apa dia dan bagaimana kehidupannya. Dari menelusuri tokoh Cisko ini, saya ketemu sama tokoh lainnya juga. 

Proses menulis
Sebelum menulis, saya biasa oret-oretan dulu. Kaya matematika, ya? Hehe... Tapi ini beda oret-oretannya. Namanya outline.

Saya membuat garis besar apa-apa saja yang akan saya tuliskan. Setelah ketemu garis besarnya, saya jabarkan sedikit, lalu baru menulisnya. Saya tuliskan ceritanya perlahan, satu per satu. Namun, tetap konsisten kerjakan setiap hari.

Baca buku, e-book, cari refrensi di internet. Saya lakukan setiap hari. Apa nggak bosen? Jawabannya, nggak. Saya malah senang. Karena dari kegiatan itu, saya dapat mengingat-ingat kembali pelajaran yang sudah diberikan Bapak dan Ibu guru di waktu sekolah. Terima kasih, Pak, Bu. Dan, dari kegiatan itu, saya juga dapat tambahan ilmu. Saya kembali menyadari bahwa Allah Maha Besar, Maha kuasa atas segala sesuatu. Allah menciptakan tubuh kita ini luar biasa, saling berkaitan satu sama lainnya. Semoga rasa syukur saya bertambah karenanya. Begitu juga yang saya harapkan pada para pembaca. Yakni semakin mensyukuri apa yang sudah Allah berikan.

Tanggal 30 Mei 2017, naskah selesai. Setelah semua sudah dikoreksi lagi, langsung saya kirim. Alhamdulillah, dapat respon baik. Naskah bagus dan tinggal ditambahkan panduan ilustrasi. Dua hari kemudian, saya kembali mengirimkan naskah yang sudah lengkap. 

Jadi, proses menulisnya kurang lebih sebulan. Saya berusaha menyelesaikannya dengan cepat. Namun, tetap nggak mau asal-asalan. Bagjane setelah sahur, garap naskah di atas tempat tidur. Tapi tetap sambil duduk, ya. Tempat tidur ini dekat sama colokan listrik. Maklum, si Lepi sudah harus mendapat asupan listrik kalau mau nyala. 😅

Mejeng di Toko Buku dan Marketplace
Ada rasa senang ketika melihat buku karya kita mejeng di toko buku. Pun ketika ada banyak di marketplace. Itu artinya, bisa dibeli dengan mudah. Yang suka pergi jalan-jalan ke toko buku, bisa nemu dan beli langsung. Yang sibuk atau males cari di toko buku atau nyari-nyari toko buku sudah nggak ada, bisa beli di marketplace. Atau bisa juga di online. Beberapa kali, saya melihat teman facebook menjual buku ini. Setahu saya, Visi Mandiri banyak kok, reseller-nya.
Bukunya mejeng di Gramedia Tegal


Oke deh, itu dia secuil cerita yang bisa saya bagi. Dalam setiap penulisan sebuah buku pasti ada pelajaran yang bisa diambil. Sampai jumpa di BTS selanjutnya. Doakan, ya. 😊

Rasa senang bisa menjadi booster dalam menulis. 

Wassalamu'alaikum.

Saturday, September 8, 2018

[BTS] 20 Cerita Terbaik Anak Muslim: Membentuk Kepribadian Muslim Sejati


Judul           : 20 Cerita Terbaik Anak Muslim: Membentuk Kepribadian Muslim Sejati
Penulis        : Lish Adnan
Ilustrastor dan desainer: Nafisah Aulia
Penyunting  : Dewa Ayu Swaratri
Penerbit       : Quanta Kids-Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : Februari 2018
Tebal           : 132 halaman
Ukuran        : 19 x 23 cm
Cover          : Softcover
ISBN           : 978-602-04-5328-6

Buku 20 Cerita Terbaik Anak Muslim: Membentuk Kepribadian Muslim Sejati


Mau tahu kisah dibalik buku ini? Yuk, langsung saja!
Oh iya, sekilas isinya bisa dilihat di sini .

Ada Rasa Takut
20 Cerita terbaik Anak Muslim adalah buku tema islami pertama saya. Menulis sebuah buku dengan tema islami itu dag dig dug. Ada rasa takut. Takut kalau saya hanya bisa menuliskan tanpa mempraktikkan. Takut akan pikiran, “Saya saja masih seperti ini. Iman dan islam saya rasanya masih kurang. Masa iya mau nasihatin yang lain lewat tulisan yang saya buat.” Dan berbagai pikiran lain yang ya, begitulah.

Namun, pikiran-pikiran seperti itu saya tepis. Kalau saya masih berpikir seperti itu, kapan saya nulisnya? Keinginan saya untuk menyampaikan sesuatu lebih kuat ketimbang pikiran-pikrian seperti itu. Iya, saya mempunyai keinginan untuk menyampaikan apa yang saya tahu. Saya ingin meneriakkan apa yang saya rasakan. Karena nggak mungkin saya menyampaikannya lewat lisan, jadi dibuatlah naskah ini.

Saya pikir, jika memang kita belum sebaik seperti tulisan-tulisan yang kita buat, setidaknya kita bisa menuju ke sana, ke arah yang lebih baik. Biar sama-sama memperbaiki diri. Karena menulis juga menasihati diri sendiri.

Status Editor
Waktu itu, sempat saya lihat status facebook seorang editor salah satu penerbit. Di statusnya, beliau bertanya tentang buku seperti apa yang diinginkan orang tua untuk anaknya. Saya melihat komentar-komentar yang diberikan. Dan dari sana, semakin mantaplah saya untuk membuat buku dengan tema islami. 

Awalnya, saya tuliskan dahulu nilai yang ingin disampaikan. Lanjut penulisan ide-ide cerita, membuat pointer, baru kemudian menuliskannya secara utuh. Alhamdulillah, Allah memudahkan saya. Ide-ide keluar dengan lancar, penulisan naskah mengalir (kaya air sungai, ya. hee...).

Yang Membuat Semangat
Yang membuat saya semangat merampungkan naskah ini adalah kejadian tak enak yang saya alami. Kenyataan bahwa di sekitar kita masih banyak orang-orang yang terperdaya dengan hal-hal mistis. Hal-hal yang menjerumuskan kita pada kemusyrikan, kesyirikan.
Melihatnya membuat saya ingin berteriak:
“Toloooong, jangan lakukan itu!”
“Toloooong, berhenti mempercayai hal-hal yang tidak disyariatkan agama islam!”
“Toloooong, jangan tertipu!”

Namun, saya tak bisa melakukannya. Mereka yang sudah kadung percaya dan meyakini sekali hal-hal yang tidak benar tidak akan mendengarkan. Mereka bahkan tetap percaya bahwa itu adalah ikhtiar, suatu jalan yang ditempuh dengan cara-cara islam. Padahal nyatanya mereka justru terperdaya oleh bisikan-bisikan setan dan jin-jin kafir (aduuh, serem amat yak ini). Hiii....

Kenyataan bahwa masih banyak orang yang dianggap ‘Kyai’, ‘Ustad’, ‘Orang pinter’, malah menjerumuskan pada kemusyrikan dan kesyirikan membuat saya ingin menciptakan karya ini. Tak bermaksud menyingggung mereka yang benar-benar Kyai dan Ustad. Saya justru berterima kasih pada beliau-beliau yang memang benar-benar menyampaikan ajaran islam sesuai syariat.

Tak hanya soal syirik atau musyrik yang dibahas dalam buku ini, tapi ada banyak nilai. Nilai-nilai untuk membentuk kepribadian muslim sejati. Seperti kejujuran, sedekah, perbedaan, persaudaraan, kebaikan, dan yang lainnya.

Sempat Terpikir Naskah Ditolak
Setelah 3 bulan tidak ada kabar, saya pikir naskah yang saya kirim ditolak. Saya tanyakan perihal naskah itu. Editor yang saya kirimi naskah kembali men-cc naskah saya ke editor buku anak. Karena editor yang pertama saya kirimi naskah ini bukan editor buku anak, Saudara-saudara, hee...
Dan,,, siangnya langsung dapat kabar kalau naskah saya di-acc. Alhamdulillah.
Meski ada beberapa revisi yang harus saya lakukan, rasanya tetap senang. 

Jadi, buat teman-teman yang sudah kirim naskah ke penerbit dan tak berkabar sampai berbulan-bulan, coba tanyakan, ya. Siapa tahu ternyata naskahnya diterima. Hee... Salam semangat!

Menunggu
Setelah melakukan revisi, langsung saya kirim kembali naskahnya ke editor. O iya, saya memilih, editor yang cari ilustrator. Saya masih belum tahu harus cari yang kaya apa.
Mbak editor meminta saya untuk memonitor ilustrator. Haduuh,,, memonitornya kaya gimana pun saya belum tahu waktu itu (masih pemula, sist, he...). Eh tapi, Mbak ilustratornya enakan. Namanya Mba Icha. Ilustrasi selesai dengan cepat. Alhamdulillah.

Eits, sampai sini belum selesai! Masih ada layout dan proses cetak. Saya sudah paham sih, untuk menerbitkan sebuah buku anak itu butuh proses yang luamaaa... Namun, saya menikmati prosesnya.
Selama menunggu, baca atau nulis lagi naskah yang baru.

Buku Terbit
Dapat kabar buku terbit itu rasanya seneng. Akhirnya, penantian selama ini terjawab sudah. Eh, saya kembali menanti bukti terbit datang, ding. Iya, nunggu lagi. hehe...

Buku datang, buka, dan hwaaa,,,, Alhamdulillah. Bukunya bagus, full color, ilustrasi, layout, kereeen! Membahagiakan. Dan lebih membahagiakan saat tahu kalau buku 20 Cerita terbaik Anak Muslim banyak dibeli. Terima kasih untuk editor, ilustrator, dan tim yang sudah ikut berperan dalam terbitnya buku ini.
Terpajang di tobuk Gramedia (Sumber: IG elex.kidzbooks)

Besar harapan saya pada buku ini. Berharap karya ini bisa dibaca oleh banyak anak di Indonesia. Bermanfaat untuk mereka yang membacanya. Dan semakin banyak anak-anak yang mempunyai kepribadian muslim sejati.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah, itu dia behind the scene buku 20 Cerita Terbaik Anak Muslim: Membentuk Kepribadian Muslim Sejati. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk teman-teman semua. Yang belum punya bukunya bisa segera beli di toko buku, marketplace, online shop, atau di saya (kalau masih ada stok). 

Nantikan cerita-cerita di balik layar lainnya, ya. Doakan karya selanjutnya lancar, Kawan. Hehe...

Keinginan yang kuat bisa menjadi salah satu pendorong untuk menghasilkan sebuah karya. 😁